Islam and Counterterrorism (Unmuh Barru)

Islam and Counterterrorism: Beyond Misconceptions and Towards Partnership

Unmuhbarru.ac.id, Barru – Islam, a religion followed by over 1.5 billion people globally, is too often portrayed in the media as inherently linked to terrorism. This dangerous misconception not only fosters Islamophobia but also hinders effective counterterrorism efforts. Examining the core tenets of Islam and the vast majority of Muslims’ peaceful stance against violence is crucial for fostering cooperation in the fight against terrorism.

Moving from Misconceptions to Islamic Principles

The Quran, the central text of Islam, emphasizes peace and justice. It instructs believers to fight only in self-defense: “And fight in the way of Allah those who fight you but do not transgress. Indeed, Allah does not like transgressors.” (Quran 2:190). Extremist groups, however, cherry-pick interpretations of scripture to justify violence, ignoring the Quran’s emphasis on peaceful solutions and the sanctity of human life. Understanding these nuances is critical to dismantling the narrative that equates Islam with terrorism.

Beyond Condemnation: Muslims on the Frontlines of Peacebuilding

The overwhelming majority of Muslims actively condemn terrorism. Muslim communities themselves are often the first targets of terrorist violence. Organizations like the Islamic Relief Worldwide and the Muslim Council of Britain not only condemn extremism but also work tirelessly to counter radicalization efforts and promote peacebuilding initiatives.

The Complexities of Radicalization

While Islam itself does not promote terrorism, some individuals become radicalized through a complex interplay of factors. Feelings of social alienation, political marginalization, and economic hardship can create fertile ground for extremist ideologies to take root. Extremist groups often exploit these grievances and manipulate religious texts to justify violence. Countering violent extremism requires addressing these root causes, not just the extremist narratives themselves.

Promoting Social Cohesion: Countering Radicalization from the Ground Up

Building bridges between communities and fostering interfaith dialogue are essential to combat Islamophobia and reduce the appeal of extremist ideologies. Educational initiatives that promote a nuanced understanding of Islam and its emphasis on peace, justice, and social responsibility can help dismantle negative stereotypes. Investing in social programs that address issues of poverty and social exclusion can help prevent individuals from feeling marginalized and susceptible to radicalization efforts.

Empowering Grassroots Initiatives: Equipping Muslim Communities

Muslim communities hold the key to identifying and addressing potential radicalization within their own spaces. Providing resources and support to religious leaders, educators, and social workers can equip them to counter extremist narratives and foster resilience against violence. Initiatives that empower women and youth within Muslim communities are particularly important, as these groups are often targeted by extremist recruiters.

Security Partnerships Rooted in Mutual Respect

Collaboration between governments, religious leaders, and security agencies is essential for effective counterterrorism efforts. Muslim communities can be valuable partners in identifying potential threats and providing insights into the factors that contribute to radicalization. Law enforcement agencies must be mindful of building trust with Muslim communities and avoid tactics that alienate or demonize entire populations. This collaborative approach, rooted in mutual respect and مشاركة (Mushtarika: cooperation), is the cornerstone of effective counterterrorism strategies.

In conclusion, Islam is a religion that overwhelmingly promotes peace and social justice. Combating terrorism requires a nuanced understanding of the root causes of radicalization and fostering cooperation between all stakeholders. By moving beyond misconceptions, promoting interfaith dialogue, and empowering Muslim communities, we can create a more secure and just future for all.

Cite this article as: Ismail Suardi Wekke, "Islam and Counterterrorism: Beyond Misconceptions and Towards Partnership," in Publikasi Universitas Muhammadiyah Barru, March 30, 2024, https://publikasi.unmuhbarru.ac.id/2024/03/30/islam-and-counterterrorism-beyond-misconceptions-and-towards-partnership/.
Bibliometrik (Unmuh Barru)

Bibliometrik Untuk Pemula: Mengenal Bibliometrik

Bibliometrik untuk Pemula

Belajar ini dimulai dari sebuah platform Research Gate. Dimana membaca artikel dengan analisis bibliomterik. Perjalanan belajarpun dimulai dengan istilah yang bolehjadi tidak terlalu tepat “Journey Based Learning”.

Apa itu Bibliometrik?

Bibliometrik adalah bidang ilmu yang mempelajari tentang publikasi ilmiah dan hubungannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bidang ini menggunakan metode statistik dan matematika untuk menganalisis data publikasi, seperti jumlah publikasi, kutipan, dan penulis.

Manfaat Bibliometrik

Bibliometrik dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti:
• Memetakan lanskap penelitian: Bibliometrik dapat digunakan untuk mengidentifikasi area penelitian yang sedang berkembang, serta hubungan antara area penelitian yang berbeda.
• Mengevaluasi kinerja penelitian: Bibliometrik dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja peneliti, institusi, dan negara.
• Memprediksi tren penelitian: Bibliometrik dapat digunakan untuk memprediksi tren penelitian di masa depan.

Metode Bibliometrik

Bibliometrik menggunakan berbagai metode statistik dan matematika untuk menganalisis data publikasi. Beberapa metode yang umum digunakan antara lain:
• Analisis sitasi: Analisis sitasi digunakan untuk menganalisis bagaimana publikasi ilmiah saling merujuk.
• Analisis co-authorship: Analisis co-authorship digunakan untuk menganalisis kolaborasi antara peneliti.
• Analisis jaringan: Analisis jaringan digunakan untuk menganalisis hubungan antara publikasi ilmiah, peneliti, dan institusi.

Sumber Data Bibliometrik

Data bibliometrik dapat diperoleh dari berbagai sumber, seperti:
• Scopus: Scopus adalah database abstrak dan sitasi yang berisi informasi tentang jutaan publikasi ilmiah.
• Web of Science: Web of Science adalah database abstrak dan sitasi yang berisi informasi tentang jutaan publikasi ilmiah.
• Google Scholar: Google Scholar adalah mesin pencari yang memungkinkan pengguna untuk mencari publikasi ilmiah di internet.
Bibliometrik adalah alat tepat yang dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Bagi pemula, penting untuk memahami dasar-dasar bibliometrik, seperti metode dan sumber data yang digunakan. Dengan memahami dasar-dasar ini, pemula dapat mulai menggunakan bibliometrik untuk penelitian mereka sendiri.

Bibliografi
Ball, R. (2017). An introduction to bibliometrics: New development and trends. Chandos Publishing.
Borgman, C. L. (1989). Bibliometrics and scholarly communication: editor’s introduction. Communication research, 16(5), 583-599.
Eom, S. (2009). An introduction to bibliometrics and informetrics. In Author cocitation analysis: Quantitative methods for mapping the intellectual structure of an academic discipline (1-35). IGI Global.
Haustein, S., & Larivière, V. (2014). The use of bibliometrics for assessing research: Possibilities, limitations and adverse effects. In Incentives and performance: Governance of research organizations (121-139). Cham: Springer International Publishing.
Schneider, J. W., & Borlund, P. (2004). Introduction to bibliometrics for construction and maintenance of thesauri: Methodical considerations. Journal of Documentation, 60(5), 524-549.

*Sebagai dari naskah ini telah tayang di https://agenda.unmuhbarru.ac.id. Kemudian disimpan dalam preprint: Wekke, I. S. (2024). Bibliometrik untuk Pemula. https://doi.org.10.13140/RG.2.2.11622.02886. Tersedia di tautan: https://www.researchgate.net/publication/379260209_Bibliometrik_untuk_Pemula.

Cite this article as: Ismail Suardi Wekke, "Bibliometrik Untuk Pemula: Mengenal Bibliometrik," in Publikasi Universitas Muhammadiyah Barru, March 25, 2024, https://publikasi.unmuhbarru.ac.id/2024/03/25/bibliometrik-untuk-pemula-mengenal-bibliometrik/.
Student Mobility (Unmuh Barru)

Program Kampus Merdeka, Rekognisi Internasional di Asia Tenggara

Unmuhbarru.ac.id, Barru – Program Kampus Merdeka dengan nama Student Mobility, akan dilaksanakan di Malaysia-Thailand-Singapura. Kegiatan direncanakan 11 s.d. 21 Oktober 2024.

Adapun kampus yang sudah menyatakan konfirmasi diantaranya Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) di Institut Kajian Malaysia dan Antarabangsa (IKMAS), dan Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM).

Kegiatan Student Mobility hanyalah satu rangkaian. Sebelum itu dilaksanakan pelbagai aktivitas diantaranya Indonesia-Malaysia Academic Mobility Week (Al-Shami & Wekke, 2024), dan juga diskusi sebagai pengumpulan data untuk penelitian kolaboratif.

Dalam pelaksanaan 2023, turut serta kampus-kampus Indonesia diantaranya Universitas Sumatera Barat, Universitas Lammapapoleonro (Soppeng, Sulawesi Selatan), STAI DDI Makassar, STAI Al-Gazali Bulukumba (Sulawesi Selatan), STAI Rawa Aopa (Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara), IAI DDI Sidenreng Rappang (Sulawesi Selatan),.

Kegiatan mendatang, dilaksanakan bersama Universitas Muhammadiyah Barru (Sulawesi Selatan), STEBI Al-Mukhsin Yogyakarta, dan SEAAM.

Cite this article as: Ismail Suardi Wekke, "Program Kampus Merdeka, Rekognisi Internasional di Asia Tenggara," in Publikasi Universitas Muhammadiyah Barru, March 12, 2024, https://publikasi.unmuhbarru.ac.id/2024/03/12/program-kampus-merdeka-rekognisi-internasional-di-asia-tenggara/.
Tadarus (Unmuh Barru)

Menyambut Ramadan Dengan Tadarus Lintas Negara

Unmuhbarru.ac.id, Barru – Sekalipun pandemi telah berlalu, aktivitas daring kini tetap saja menjadi bagian dari kehidupan. Justru dengan adanya fasilitas daring menjadi alternatif dalam melaksanakan kegiatan.

Termasuk dalam kegiatan Ramadan 1445 H/2024 M kini. Bersama-sama dengan kemitraan Universitas Muhammadiyah Barru, STIT Sirojul Falah (Bogor), dan jejaring IUCRS melaksanakan kegiatan Tadarus Penelitian dan Publikasi Ilmiah sepanjang Ramadan.

Dilaksanakan berkala dengan jadwal siang dan malam. Sekaligus sebagai kesempatan untuk belajar bersama. Sehingga kembali menyegarkan pemahaman dan juga kemahiran penelitian dan publikasi.

Tidak saja bersama-sama perguruan tinggi dalam negeri, tetapi juga bersama dengan kolega dari Malaysia, dan Brunai Darussalam. Sehingga secara regional terlaksana untuk menjadi program dalam meneruskan kerjasama regional di Asia Tenggara.

Cite this article as: Ismail Suardi Wekke, "Menyambut Ramadan Dengan Tadarus Lintas Negara," in Publikasi Universitas Muhammadiyah Barru, March 11, 2024, https://publikasi.unmuhbarru.ac.id/2024/03/11/menyambut-ramadan-dengan-tadarus-lintas-negara/.
Ngabuburit (Unmuh Barru)

Ngabuburit dan Produktivitas: Gagasan Penulis ilmiah

Unmuhbarru.ac.id, Barru – Kita kenal bersama ngabuburit. Kata ini khas Sunda yang kemudian menasional. Dijadikan sebagai bahasa bersama, menunggu waktu berbuka puasa. Itu pemaknaan secara bebas.

Namun demikian, berpuasa sejatinya adalah bagian dari produktivitas. Maka, Ramadan ini menjadi sebuah peluang untuk bekerja bersama dalam mendorong wujudnya sebuah karya. Mulai dari sebuah “diskusi”. Bahkan teringat dimana masa-masa pandemi awal tahun 2020, rapatpun dapat menggunakan grup whatsapp.

Pagebluk covid-19 telah berlalu. Saatnya untuk menemukenali apa yang menjadi adaptasi pasca pandemi. Ada beberapa aspek yang berubah seiring dengan adaptasi. Sekaligus ada situasi baru yang kadang disebut dengan new normal.

Sehingga menjalani bulan suci Ramadan 1445 H/2024 M ini, sebuah peluang untuk digunakan bersama dalam kaitan mewujudkan produktivitas melalui kerja-kerja bersama.

Kembali ke ngabuburit. Ini juga masa-masa yang menggembirakan. Dimana puasa yang dijalani berawal dengan sahur. Kemudian diteruskan dengan salat shubuh. Seterusnya berjalan sampai Ashar. Begitu menanti beduk ditalukan sebagai tanda datangnya magrib, maka masa-masa ngabuburit dapat menjadi detik-detik selain sebagai sebuah kegembiraan, juga menjadi aktivitas untuk tetap produktif.

Cite this article as: Ismail Suardi Wekke, "Ngabuburit dan Produktivitas: Gagasan Penulis ilmiah," in Publikasi Universitas Muhammadiyah Barru, March 11, 2024, https://publikasi.unmuhbarru.ac.id/2024/03/11/ngabuburit-dan-produktivitas-gagasan-penulis-ilmiah/.