Beyond the Books: A Life and its Legacy of Shaykh Yusuf

Unmuhbarru.ac.id, Barru – Shaykh Yusuf. The name itself evokes a sense of reverence and profound impact. But Shaykh Yusuf’s legacy transcends the pages of dusty theological tomes. He was a scholar, yes, but also a bridge builder, a community leader, and a man who left an indelible mark on the lives of countless individuals.

Our journey begins not within the confines of a madrasa (Islamic school), but amidst the vibrancy of (insert place where Shaykh Yusuf was born). It was there that his intellectual curiosity blossomed, fueled by a thirst for knowledge that would propel him on a lifelong odyssey of learning. He traversed lands, absorbing the wisdom of renowned scholars, his mind becoming a tapestry woven with diverse Islamic traditions.

Upon his return, Shaykh Yusuf didn’t simply become a hoarder of knowledge. He became a conduit, a teacher who translated complex theological concepts into a language that resonated with the hearts and minds of his students. His classroom wasn’t just a physical space; it spilled out into the mosque, the marketplace, and the very fabric of the community.

Shaykh Yusuf’s influence extended far beyond the realm of religious instruction. He recognized the challenges faced by his community and emerged as a leader who championed social justice and advocated for the betterment of their lives. His voice – steeped in both religious authority and deep compassion – resonated with the people, inspiring them and giving them a sense of agency.

His legacy, however, is not confined to the past. Shaykh Yusuf’s teachings continue to shape the lives of Muslims today. His emphasis on ethical conduct, social responsibility, and the pursuit of knowledge remains fundamental pillars for navigating the complexities of the modern world.

Shaykh Yusuf’s story is not merely a biography; it’s a testament to the transformative power of knowledge, the importance of community engagement, and the enduring legacy of a life lived with purpose. He serves as an inspiration for all who seek to bridge the gap between scholarship and action, between the theoretical and the practical.

Shaykh Yusuf’s legacy is a testament to the fact that a life well-lived transcends the confines of books and classrooms. It is a life etched in the hearts and minds of those he touched, a life that continues to inspire generations to come.

Cite this article as: Ismail Suardi Wekke, "Beyond the Books: A Life and its Legacy of Shaykh Yusuf," in Publikasi Universitas Muhammadiyah Barru, July 4, 2024, https://publikasi.unmuhbarru.ac.id/2024/07/04/beyond-the-books-a-life-and-its-legacy-of-shaykh-yusuf/.
Teacher Training (Unmuh Barru)

A Workshop for Educators: Promoting Respectful Classrooms and School Communities

Unmuhbarru.ac.id, Barru – A Workshop for Educators: Promoting Respectful Classrooms and School Communities.

(Concep Note) Community Service:

Introduction: A Workshop for Educators: Promoting Respectful Classrooms and School Communities

Welcome, educators! Today’s workshop focuses on cultivating a powerful foundation for student success: respectful classrooms and school communities.

We all understand the profound impact a positive learning environment can have. In classrooms where respect thrives, students feel safe to take risks, engage actively, and learn from one another. These respectful spaces extend beyond the classroom walls, fostering a sense of belonging and connection throughout the entire school community.

This workshop offer, the educators, with practical strategies and tools to foster respect in your classrooms and schools. Through interactive sessions and collaborative discussions, you’ll gain valuable insights on building inclusive environments, addressing conflict constructively, and empowering students to become respectful citizens.

Together, let’s create classrooms and schools where every student feels valued, heard, and supported to reach their full potential.

Cite this article as: Ismail Suardi Wekke, "A Workshop for Educators: Promoting Respectful Classrooms and School Communities," in Publikasi Universitas Muhammadiyah Barru, July 3, 2024, https://publikasi.unmuhbarru.ac.id/2024/07/03/a-workshop-for-educators-promoting-respectful-classrooms-and-school-communities/.
Open Refine (Unmuh Barru)

Harmonisasi Data Bibliometrik dengan OpenRefine

Unmuhbarru.ac.id, Barru – Harmonisasi data bibliometrik merupakan proses untuk menyeragamkan dan mengintegrasikan data bibliometrik dari berbagai sumber yang berbeda. Tidak aja itu, juga untuk menyempurnakan dan meningkatkan validitas data, termasuk akurasi data. Langkah ini, perlu dilakukan agar data bibliometrik dapat digunakan secara efektif untuk analisis dan penelitian.

OpenRefine merupakan insstumen open-source yang dapat digunakan untuk harmonisasi data bibliometrik. OpenRefine menyediakan berbagai fitur yang dapat membantu dalam proses harmonisasi data, seperti:

• Pembersihan data: OpenRefine dapat digunakan untuk membersihkan data bibliometrik dari kesalahan dan inkonsistensi, seperti duplikasi data, format data yang tidak konsisten, dan kesalahan pengetikan.

• Transformasi data: OpenRefine dapat digunakan untuk mentransformasi data bibliometrik ke dalam format yang standar, seperti format MARC atau BIBX.

• Pencocokan data: OpenRefine dapat digunakan untuk mencocokkan data bibliometrik dari berbagai sumber yang berbeda.

• Penggabungan data: OpenRefine dapat digunakan untuk menggabungkan data bibliometrik dari berbagai sumber yang berbeda.

Berikut adalah beberapa contoh bagaimana OpenRefine dapat digunakan untuk harmonisasi data bibliometrik:

• Menyeragamkan format nama penulis: OpenRefine dapat digunakan untuk menstandariskan format nama penulis dari berbagai sumber yang berbeda. Contohnya, OpenRefine dapat digunakan untuk mengubah format nama penulis dari “John Doe” menjadi “Doe, John”.

• Menggabungkan data publikasi dari berbagai sumber: OpenRefine dapat digunakan untuk menggabungkan data publikasi dari berbagai sumber, seperti PubMed, Scopus, dan Google Scholar.

• Mencocokkan data publikasi dengan data peneliti: OpenRefine dapat digunakan untuk mencocokkan data publikasi dengan data peneliti dari berbagai sumber, seperti ORCID dan LinkedIn.

OpenRefine adalah alat yang dapat digunakan untuk harmonisasi data bibliometrik. OpenRefine mudah digunakan dan dapat dipelajari dengan cepat, bahkan oleh pengguna yang tidak memiliki pengalaman dengan pemrograman.

• OpenRefine hanya dapat digunakan untuk harmonisasi data bibliometrik yang tersedia dalam format teks.

• OpenRefine tidak dapat digunakan untuk harmonisasi data bibliometrik yang bersifat proprietary.

Harmonisasi data bibliometrik merupakan proses yang penting untuk dilakukan agar data bibliometrik dapat digunakan secara efektif untuk analisis dan penelitian. OpenRefine adalah alat open-source yang dapat digunakan untuk harmonisasi data bibliometrik. OpenRefine mudah digunakan dan dapat dipelajari dengan cepat, bahkan oleh pengguna yang tidak memiliki pengalaman dengan pemrograman.

Bibliografi

Ahmi, A. (2023, September). OpenRefine: An approachable tool for cleaning and harmonizing bibliographical data. In AIP Conference Proceedings (Vol. 2827, No. 1). AIP Publishing.

Kusumasari, T. F. (2016, October). Data profiling for data quality improvement with OpenRefine. In 2016 international conference on information technology systems and innovation (ICITSI) (1-6). IEEE.

Larsson, P. (2013). Evaluation of open source data cleaning tools: Open refine and data wrangler. University of Washington.

Li, L., Ludäscher, B., & Zhang, Q. (2019). Towards more transparent, reproducible, and reusable data cleaning with OpenRefine. iConference 2019 Proceedings.

Mandal, S. (2022). Integration of Linked Open Data Authorities with OpenRefine: A Methodology for Libraries. Library Philosophy & Practice.

Miller, M., & Vielfaure, N. (2022). OpenRefine: An Approachable Open Tool to Clean Research Data. Bulletin-Association of Canadian Map Libraries and Archives (ACMLA), (170).

Petrova-Antonova, D., & Tancheva, R. (2020). Data cleaning: A case study with openrefine and trifacta wrangler. In Quality of Information and Communications Technology: 13th International Conference, QUATIC 2020, Faro, Portugal, September 9–11, 2020, Proceedings 13 (32-40). Springer International Publishing.

Verborgh, R., & De Wilde, M. (2013). Using openrefine. Packt Publishing Ltd.

Hill, K. M. (2016). In search of useful collection metadata: Using Openrefine to create accurate, complete, and clean title-level collection information. Serials Review42(3), 222-228.

Cite this article as: Ismail Suardi Wekke, "Harmonisasi Data Bibliometrik dengan OpenRefine," in Publikasi Universitas Muhammadiyah Barru, April 28, 2024, https://publikasi.unmuhbarru.ac.id/2024/04/28/harmonisasi-data-bibliometrik-dengan-openrefine/.
Pengantar Bibliometrik (Unmuh Barru)

Pengantar Analisis Bibliometrik

Unmuhbarru.ac.id, Barru – Artikel berikut adalah merupakan pengantar untuk mempelajari bibliometrik. Sekali lagi, ini merupakan catatan-catatan dari proses belajar. Sehingga boleh jadi merupakan serpihan-serpihan catatan dan juga bacaan yang tidak menyeluruh. Maka, dalam bagian ini disebut bibliografi. Sehingga kita bisa bersama-sama dalam belajar sekaligus menelusuri kembali kepustakaan yang ada dalam rujukan ataupun yang belum ada.

Apa itu Analisis Bibliometrik?

Analisis bibliometrik adalah metode statistik untuk mempelajari pola publikasi ilmiah. Metode ini menggunakan data bibliografi yang dipanen dari pangkalan data tertentu, seperti judul, abstrak, kata kunci, penulis, dan afiliasi institusi, untuk mengukur produktivitas peneliti, mengidentifikasi tren penelitian, dan mengevaluasi dampak penelitian.

Hanya saja, untuk sampai pada kesemuanya itu, perlu bantuan alat atau perangkat lunak untuk mendapatkan data visualisasi. Kemudian, tidak hanya itu saja. Tetapi juga analisis. Sehingga bibliometrik sejatinya adalah analisis dengan tetap perlu kehadiran seorang peneliti.

Pemanfaatan Analisis Bibliometrik

Analisis bibliometrik dapat digunakan untuk berbagai tujuan, paling tidak dimanfaatkan untuk kepentingan, antara lain:

• Melacak perkembangan ilmu pengetahuan: Dengan menganalisis jumlah publikasi dan kutipan dalam suatu bidang, analisis bibliometrik dapat membantu melacak perkembangan ilmu pengetahuan dan mengidentifikasi bidang penelitian yang sedang berkembang pesat.

• Mengevaluasi dampak penelitian: Analisis bibliometrik dapat digunakan untuk mengukur dampak penelitian dengan menghitung jumlah kutipan yang diterima oleh suatu publikasi. Hal ini dapat membantu peneliti untuk mengidentifikasi karya yang paling berpengaruh dalam bidangnya.

• Mengidentifikasi tren penelitian: Analisis bibliometrik dapat digunakan untuk mengidentifikasi tren penelitian dengan menganalisis kata kunci dan topik yang muncul dalam publikasi ilmiah. Hal ini dapat membantu peneliti untuk tetap up-to-date dengan perkembangan terbaru dalam bidangnya.

• Membandingkan kinerja penelitian: Analisis bibliometrik dapat digunakan untuk membandingkan kinerja penelitian antar individu, institusi, atau negara. Hal ini dapat membantu pembuat kebijakan untuk membuat keputusan yang tepat tentang alokasi sumber daya penelitian.

Langkah-langkah dalam Analisis Bibliometrik

Secara umum, analisis bibliometrik melibatkan empat langkah berikut:

1. Pengumpulan data: Data bibliografi dapat dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti database ilmiah (misalnya, Scopus, Web of Science), repositori institusi, dan situs web jurnal. Terkait dengan pangkalan data ini, bergantung sepenuhnya pada akses terhadap sebuah data.

2. Pembersihan data: Data bibliografi perlu dibersihkan untuk memastikan akurasinya dan menghilangkan duplikasi. Dalam kaitan dengan ini, penulis / peneliti perlu melihat data secara lengkap dan kemudian menyisir jikalau saja ada duplikasi ataupun kemudian ada yang memiliki perbedaan ejaaan dengan makna yang sama, seperti kiyai dengan kiai.

3. Analisis data: Data bibliometrik dapat dianalisis menggunakan berbagai metode statistik, seperti analisis frekuensi, analisis jaringan, dan analisis regresi. Dalam kaitan dengan ini, bibliometrik merupakan data awal, dan dapat diteroka dengan menggunakan penggunaan bersama dengan instrumen lainnya.

4. Interpretasi hasil: Hasil analisis bibliometrik perlu diinterpretasikan dengan hati-hati dan dikaitkan dengan konteks penelitian. Maka, bibliometrik tidak bisa menjadi alat generalisasi. Baik berdasarkan asal data yang bersumber dari data tertentu saja, dan kemudian hasilnya yang terkait dengan konteks.

Perangkat Lunak untuk Analisis Bibliometrik

Terdapat berbagai perangkat lunak yang dapat digunakan untuk analisis bibliometrik, diantaranya:

• VOSviewer: Perangkat lunak ini digunakan untuk memvisualisasi jaringan kolaborasi dan tren penelitian.

• CiteSpace: Perangkat lunak ini digunakan untuk mengidentifikasi topik penelitian dan tren tematik.

• Bibliometrix: Perangkat lunak ini digunakan untuk menganalisis produktivitas peneliti dan dampak penelitian.

• R: Bahasa pemrograman R dapat digunakan untuk analisis bibliometrik yang lebih kompleks.
Paparan di atas dalam empat perangkat lunak. Namun, tidak terbatas pada ini saja. Ada beberapa perangkat lunak lain yang juga digunakan seperti Publish or Perish, dll.

Penutup

Analisis bibliometrik merup[akan salah satu alat yang dapat digunakan untuk mempelajari pola publikasi ilmiah. Metode ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti melacak perkembangan ilmu pengetahuan, mengevaluasi dampak penelitian, mengidentifikasi tren penelitian, dan membandingkan kinerja penelitian.

Dua catatan terkait dengan penggunaan analisis bibliometrik:

• Analisis bibliometrik hanyalah salah satu alat untuk mengukur dampak penelitian. Penting untuk mempertimbangkan faktor lain, seperti kualitas penelitian dan signifikansinya bagi masyarakat, saat mengevaluasi dampak penelitian.

• Analisis bibliometrik dapat dipengaruhi oleh bias data. Penting untuk menyadari bias ini dan menginterpretasikan hasil analisis bibliometrik dengan hati-hati.

Sebagai sebuah proses keilmuan, maka bibliometrik bukanlah sebuah mukjizat. Melainkan sebuah proses yang dapat direplikasi oleh setiap orang. Sehingga langkah-langkah yang dilaksanakan perlu disampaikan dalam bagian metode di artikel publikasi.

Bibliografi

Aria, M., & Cuccurullo, C. (2017). A brief introduction to bibliometrix. Journal of Informetrics11(4), 959-975.

Arsenova, I. (2013). New application of bibliometrics. Procedia-Social and Behavioral Sciences73, 678-682.

Ball, R. (2017). An introduction to bibliometrics: New development and trends. Chandos Publishing.

Borgman, C. L. (1989). Bibliometrics and scholarly communication: editor’s introduction. Communication research16(5), 583-599.

Bredahl, L. (2022). Introduction to bibliometrics and current data sources. Library Technology Reports58(8), 5-11.

Broadus, R.N. Toward a definition of “bibliometrics”. Scientometrics 12, 373–379 (1987). https://doi.org/10.1007/BF02016680.

Eom, S. (2009). An introduction to bibliometrics and informetrics. Author cocitation analysis: Quantitative methods for mapping the intellectual structure of an academic discipline (pp. 1-35). IGI Global.

González-Alcaide, G. (2017). Teaching bibliometrics: Key competences, contents, didactic materials and practical activities. INTED2017 Proceedings (pp. 9276-9281). IATED.

Haustein, S., & Larivière, V. (2014). The use of bibliometrics for assessing research: Possibilities, limitations and adverse effects. Incentives and performance: Governance of research organizations (pp. 121-139). Cham: Springer International Publishing.

Hood, W. W., & Wilson, C. S. (2001). The literature of bibliometrics, scientometrics, and informetrics. Scientometrics52, 291-314.

Kokol, P., Blažun Vošner, H., & Završnik, J. (2021). Application of bibliometrics in medicine: a historical bibliometrics analysis. Health Information & Libraries Journal38(2), 125-138.

McBurney, M. K., & Novak, P. L. (2002). What is bibliometrics and why should you care?. Proceedings. IEEE international professional communication conference (pp. 108-114). IEEE.

Mokhnacheva, Y. V., & Tsvetkova, V. A. (2020). Development of bibliometrics as a scientific field. Scientific and Technical Information Processing47, 158-163.

Salini, S. (2016). An introduction to bibliometrics. Research methods for postgraduates, 130-143.

Schneider, J. W., & Borlund, P. (2004). Introduction to bibliometrics for construction and maintenance of thesauri: Methodical considerations. Journal of Documentation60(5), 524-549.

Schrader, A. M. (1981). Teaching bibliometrics.

Schubert, A. (1983). Quantitative studies of science a current bibliography. Scientometrics5(3), 189-194. https://doi.org/10.1007/bf02095628.

Van Raan, A. (2019). Measuring science: basic principles and application of advanced bibliometrics. Springer handbook of science and technology indicators, 237-280.

Von Ungern-Sternberg, S. (1998). Teaching bibliometrics. Journal of Education for Library and Information Science39(1), 76-80.

Cite this article as: Ismail Suardi Wekke, "Pengantar Analisis Bibliometrik," in Publikasi Universitas Muhammadiyah Barru, April 23, 2024, https://publikasi.unmuhbarru.ac.id/2024/04/23/pengantar-analisis-bibliometrik/.
Bibliometrik (Unmuh Barru)

Analisis Bibliometrik: Deskripsi, Aspek yang Dikuasai, dan Panduan Praktik

Unmuhbarru.ac.id, Barru – Berikut ini, gambaran terkait dengan bibliometrik. Terutama bagi pemula yang mempelajari bibliometrik.

Deskripsi

Analisis bibliometrik telah muncul sebagai alat penelitian yang penting, memberikan wawasan berharga mengenai keluaran publikasi penulis, institusi, dan negara. Hal ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi tren, memetakan area penelitian, dan melacak dampak publikasi penelitian. Untuk itu, diperlukan pemahaman komprehensif tentang analisis bibliometrik, beserta keterampilan praktis yang diperlukan untuk melakukan analisis Anda sendiri.

Diklat ini dimulai dengan pengenalan analisis bibliometrik, di mana peserta akan mempelajari tujuan, kelebihan, dan perbedaannya dari metode penelitian lain seperti meta-analisis dan tinjauan literatur sistematis. Peserta juga akan mendapatkan wawasan tentang pertanyaan penelitian populer yang dapat dijawab oleh analisis bibliometrik.

Selanjutnya, peserta akan mendalami berbagai teknik analisis bibliometrik, termasuk analisis kinerja, pemetaan sains, analisis kutipan, analisis kutipan bersama, penggabungan bibliografi, analisis kata bersama, analisis penulisan bersama, metrik jaringan, pengelompokan, dan visualisasi. Peserta perlu mempelajari cara menggunakan masing-masing teknik ini untuk mengekstraksi wawasan bermakna dari data kutipan, dan bagaimana teknik tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi hasil penelitian.

Di bagian terakhir, perlu dipelajari prosedur analisis bibliometrik, yang mencakup penentuan tujuan dan ruang lingkup penelitian Anda, memilih teknik yang sesuai, mengumpulkan data, menjalankan analisis, dan melaporkan temuan. Termasuk, mempelajari cara menggunakan alat analisis bibliometrik populer seperti VOSviewer, CiteSpace, dan SciMAT untuk memvisualisasikan dan menganalisis data kutipan.

Di akhir proses pembelajaran, peserta akan memiliki pemahaman komprehensif tentang analisis bibliometrik, serta pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk melakukan analisis Anda sendiri. Baik Anda seorang peneliti, akademisi, atau profesional, kursus ini akan membekali Anda dengan alat yang berharga untuk mengevaluasi dan mengukur dampak penelitian. Anda akan dapat menggunakan analisis bibliometrik untuk mengidentifikasi bidang penelitian yang muncul, mengevaluasi dampak publikasi, dan membuat keputusan berdasarkan informasi tentang strategi penelitian.

Aspek yang perlu dikuasai:

  • Memahami tujuan dan keuntungan analisis bibliometrik
  • Membedakan analisis bibliometrik dari metode penelitian lain seperti meta-analisis dan tinjauan literatur sistematis
  • Melakukan analisis kinerja, pemetaan sains, analisis sitasi, analisis ko-sitasi, penggandengan bibliografi, analisis kata bersama, analisis penulisan bersama
  • Menggunakan alat analisis bibliometrik populer seperti VOSviewer, CiteSpace, dan SciMAT untuk memvisualisasikan dan menganalisis data kutipan
  • Memilih teknik yang tepat untuk analisis bibliometrik
  • Melaporkan temuan analisis bibliometrik secara jelas dan ringkas
  • Menerapkan analisis bibliometrik ke berbagai bidang, termasuk sains, teknik, dan ilmu sosial
  • Memanfaatkan metrik jaringan dan pengelompokan untuk mengidentifikasi tren penelitian
  • Identifikasi bidang penelitian yang muncul dengan analisis bibliometrik
  • Mengembangkan pemahaman komprehensif tentang analisis bibliometrik

Panduan Praktis

Langkah-1 Tentukan tujuan dan ruang lingkup studi Anda
Langkah-2 Pilih teknik untuk analisis bibliometrik
Langkah-3 Kumpulkan Data untuk analisis bibliometrik
Langkah-4 Jalankan untuk analisis bibliometrik
Langkah-5 Laporkan Temuan

Bibliografi

Ahmad, Muhammad Shakil. (2024). Bibliometric Analysis: A Theoretical and Practical Guide. https://www.udemy.com/course/bibliometric-analysis-a-theoretical-and-practical-guide/.

Alsharif, A. H., Salleh, N. O. R. Z. M. D., & Baharun, R. (2020). Bibliometric analysis. Journal of Theoretical and Applied Information Technology98(15), 2948-2962.

Chai, K. H., & Xiao, X. (2012). Understanding design research: A bibliometric analysis of Design Studies (1996–2010). Design Studies, 33(1), 24-43.

Choudhri, A. F., Siddiqui, A., Khan, N. R., & Cohen, H. L. (2015). Understanding bibliometric parameters and analysis. Radiographics, 35(3), 736-746.

Tian, W., Cai, R., Fang, Z., Geng, Y., Wang, X., & Hu, Z. (2024). Understanding co‐corresponding authorship: A bibliometric analysis and detailed overview. Journal of the Association for Information Science and Technology75(1), 3-23.

Cite this article as: Ismail Suardi Wekke, "Analisis Bibliometrik: Deskripsi, Aspek yang Dikuasai, dan Panduan Praktik," in Publikasi Universitas Muhammadiyah Barru, April 17, 2024, https://publikasi.unmuhbarru.ac.id/2024/04/17/analisis-bibliometrik-deskripsi-aspek-yang-dikuasai-dan-panduan-praktik/.
Diklat (Unmuh Barru)

Diklat Riset dan Publikasi: Analisis Bibliometrik

Unmuhbarru.ac.id, Barru – Kemampuan riset dan publikasi diantara kemahiran yang perlu dikuasai civitas akademika, baik dosen maupun mahasiswa. Dengan keterampilan ini, akan menjadikan aktivitas lainnya yaitu pendidikan dan pengajaran, dan pengabdian masyarakat akan terlaksana sebagaimana yang diprogramkan.

Pendahuluan

Salah satu program yang perlu dilaksanakan bagi civitas akademika Universitas Muhammadiyah Barru dalam tahun pertama adalah penguatan kapasitas civitas akademika. Dalam kesempatan ini dengan melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Riset dan Publikasi terkait dengan analisis bibliometrik.

Analisis Bibliometrik, dan Kolaborasi Riset Lintas Perguruan Tinggi

Penguasaan bibliometrik menjadi menjadi keperluan bagi civitas akademika dalam aktivitas riset dan publikasi. Analisis ini merupakan alat yang berharga bagi para peneliti dalam Memetakan lanskap penelitian dan mengidentifikasi celah penelitian. Begitu juga dengan kesempatan untuk mengembangkan strategi penelitian yang efektif dan efisien, Serta dapat meningkatkan dampak penelitian mereka.

Kegiatan untuk kesempatan pertama dilaksanakan dengan metode daring sehingga menjadi peluang untuk mengenali terkait dengan tema-tema pembahasan. Tidak saja dengan target mengenali dan mengetahui, tetapi juga dalam kaitan untuk melatih dan mengaplikasikan pengetahuan yang didengar selama sesi-sesi berlangsung. Olehnya, ada sesi Studi Independen dan juga rintisan penelitian bersama (penelitian kolaboratif).

Sehingga dalam aktivitas diklat ini, tidak saja dengan menyelesaikan program pelatihan. Tetapi sama pentingnya dengan mulai menemukenali dan mengidentifikasi topik penelitian yang dapat dikerjasamakan lintas kampus.

Penutup

Akhirnya, dengan adanya kegiatan ini akan membantu dosen dan mahasiswa antara lain untuk mengoptimalkan waktu dan sumber daya mereka dengan fokus pada area riset yang sedang berkembang. Selanjutnya, dapat pula meningkatkan peluang penelitian mereka untuk mendapatkan pendanaan dan publikasi. Terakhir, kesempatan untuk berkontribusi secara signifikan pada kemajuan ilmu pengetahuan.

Cite this article as: Ismail Suardi Wekke, "Diklat Riset dan Publikasi: Analisis Bibliometrik," in Publikasi Universitas Muhammadiyah Barru, April 11, 2024, https://publikasi.unmuhbarru.ac.id/2024/04/11/diklat-riset-dan-publikasi-analisis-bibliometrik/.
Bibliometrik (Unmuh Barru)

Pemanfaatan VOSviewer untuk Visualisasi Bibliometrik

Unmuhbarru.ac.id, Barru – VOSviewer merupakan perangkat lunak gratis dan open-source yang digunakan untuk memvisualisasi dan menganalisis data bibliometrik. Perangkat lunak ini memungkinkan para peneliti untuk memetakan tren penelitian, mengidentifikasi hubungan antar publikasi, dan mengevaluasi dampak penelitian.

Beberapa pemanfaatan VOSviewer untuk analisis bibliometrik, yaitu:
• Memvisualisasi data bibliometrik: VOSviewer memungkinkan para peneliti untuk memvisualisasi data bibliometrik dalam bentuk peta jaringan, yang dapat membantu mereka memahami tren penelitian dan hubungan antar publikasi.
• Mengidentifikasi hubungan antar publikasi: VOSviewer dapat membantu para peneliti mengidentifikasi hubungan antar publikasi berdasarkan kutipan, co-authorship, dan kata kunci.
• Mengevaluasi dampak penelitian: VOSviewer dapat membantu para peneliti mengevaluasi dampak penelitian mereka dengan menganalisis jumlah kutipan, h-index, dan indikator lainnya.

Fitur utama VOSviewer:
• Membuat peta jaringan: VOSviewer dapat membuat berbagai jenis peta jaringan, termasuk peta jaringan co-authorship, peta jaringan kutipan, dan peta jaringan kata kunci.
• Analisis kluster: VOSviewer dapat digunakan untuk menganalisis kluster dalam peta jaringan, yang dapat membantu para peneliti mengidentifikasi topik penelitian utama.
• Overlay bibliometrik: VOSviewer memungkinkan para peneliti untuk overlay informasi bibliometrik pada peta jaringan, seperti jumlah kutipan dan h-index.

VOSviewer adalah alat yang sangat berguna untuk analisis bibliometrik. Perangkat lunak ini memungkinkan para peneliti untuk memvisualisasi data bibliometrik, mengidentifikasi hubungan antar publikasi, dan mengevaluasi dampak penelitian.

Akhirnya, VOSviewer dan analisis bibliometrik difungsikan untuk membantu peneliti dalam menggali informasi berharga dari publikasi ilmiah. Kombinasi keduanya membawa kita pada pemahaman yang lebih mendalam tentang perkembangan ilmu pengetahuan.

Bibliografi

Bukar, U. A., Sayeed, M. S., Razak, S. F. A., Yogarayan, S., Amodu, O. A., & Mahmood, R. A. R. (2023). A method for analyzing text using VOSviewer. MethodsX11, 102339.

Ding, X., & Yang, Z. (2022). Knowledge mapping of platform research: a visual analysis using VOSviewer and CiteSpace. Electronic Commerce Research, 1-23.

Eck, N., & Waltman, L. (2017). Citation-based clustering of publications using CitNetExplorer and VOSviewer. Scientometrics111(2).

Effendi, D. N., Anggraini, W., Jatmiko, A., Rahmayanti, H., Ichsan, I. Z., & Rahman, M. M. (2021, February). Bibliometric analysis of scientific literacy using VOS viewer: Analysis of science education. Journal of Physics: Conference Series (Vol. 1796, No. 1, p. 012096). IOP Publishing.

Hamidah, I., Sriyono, S., & Hudha, M. N. (2020). A Bibliometric analysis of Covid-19 research using VOSviewer. Indonesian Journal of Science and Technology5(2), 209-216.

McAllister, J. T., Lennertz, L., & Atencio Mojica, Z. (2022). Mapping a discipline: a guide to using VOSviewer for bibliometric and visual analysis. Science & Technology Libraries41(3), 319-348.

Ninglasari, S. Y. (2021). Mapping the cash waqf literature based on Web of Science and VOSviewer: A bibliometric and visualization. Library Philosophy and Practice2021(April), 1-11.

Van Eck, N. J., & Waltman, L. (2017). Citation-based clustering of publications using CitNetExplorer and VOSviewer. Scientometrics111, 1053-1070.

Van Eck, N., & Waltman, L. (2010). Software survey: VOSviewer, a computer program for bibliometric mapping. scientometrics84(2), 523-538.

Wang, Y., Huo, X., Li, W., Xiao, L., Li, M., Wang, C., … & Sun, T. (2022). Knowledge atlas of the co-occurrence of epilepsy and autism: a bibliometric analysis and visualization using VOSviewer and CiteSpace. Neuropsychiatric Disease and Treatment, 2107-2119.

Williams, B. (2020). Dimensions & VOSViewer bibliometrics in the reference interview. Code4Lib Journal, (47).

Wong, D. (2018). VOSviewer. Technical Services Quarterly35(2), 219-220.

Cite this article as: Ismail Suardi Wekke, "Pemanfaatan VOSviewer untuk Visualisasi Bibliometrik," in Publikasi Universitas Muhammadiyah Barru, April 3, 2024, https://publikasi.unmuhbarru.ac.id/2024/04/03/pemanfaatan-vosviewer-untuk-visualisasi-bibliometrik/.
Pustakawan (Unmuh Barru)

Mengembangkan Soft Skill Pustakawan dan Arsiparis untuk Menghadapi Tantangan Era Milenial

Unmuhbarru.ac.id, Barru – Era milenial menghadirkan berbagai perubahan dan tantangan di berbagai bidang, termasuk dalam dunia perpustakaan dan kearsipan. Pustakawan dan arsiparis tidak lagi hanya dituntut untuk menguasai pengetahuan dan keahlian teknis, tetapi juga harus memiliki soft skill yang mumpuni untuk dapat memberikan layanan yang optimal kepada pengguna.

Apa itu Soft Skill?

Soft skill adalah kemampuan non-teknis yang berkaitan dengan cara seseorang bekerja dan berinteraksi dengan orang lain. Contoh soft skill yang penting bagi pustakawan dan arsiparis di era milenial antara lain:

• Komunikasi: Kemampuan untuk menyampaikan informasi secara efektif, baik lisan maupun tulisan.
• Interpersonal: Kemampuan untuk membangun hubungan dan bekerja sama dengan orang lain.
• Problem solving: Kemampuan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah secara efektif.
• Critical thinking: Kemampuan untuk menganalisis informasi dan membuat keputusan yang tepat.
• Creativity: Kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru dan inovatif.
• Information literacy: Kemampuan untuk mencari, menemukan, dan menggunakan informasi secara efektif.

Mengapa Soft Skill Penting?

Di era milenial, pengguna perpustakaan dan arsip tidak hanya mencari informasi, tetapi juga membutuhkan bantuan dan panduan dalam mengakses dan menggunakan informasi tersebut. Pustakawan dan arsiparis yang memiliki soft skill yang baik akan mampu memberikan layanan yang lebih personal dan profesional kepada pengguna.
Bagaimana Mengembangkan Soft Skill?

Ada beberapa cara untuk mengembangkan soft skill, antara lain:

• Pelatihan dan workshop: Mengikuti pelatihan dan workshop yang dirancang khusus untuk mengembangkan soft skill.
• Mentorship: Mencari mentor yang dapat memberikan bimbingan dan arahan dalam mengembangkan soft skill.
• Membaca buku dan artikel: Membaca buku dan artikel tentang soft skill.
• Bergabung dengan komunitas: Bergabung dengan komunitas yang fokus pada pengembangan soft skill.
• Berlatih secara konsisten: Mempraktikkan soft skill dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Mengembangkan soft skill merupakan hal yang penting bagi pustakawan dan arsiparis di era milenial. Dengan memiliki soft skill yang mumpuni, pustakawan dan arsiparis akan mampu memberikan layanan yang optimal kepada pengguna dan menghadapi berbagai tantangan yang muncul di era digital.*

*Resume dari kegiatan Diklat 38 jam pelajaran: Penguatan Soft Skill Untuk Pustakawan dan Arsiparis di Era Milenial, 27-30 Maret 2024.

Cite this article as: Ismail Suardi Wekke, "Mengembangkan Soft Skill Pustakawan dan Arsiparis untuk Menghadapi Tantangan Era Milenial," in Publikasi Universitas Muhammadiyah Barru, March 30, 2024, https://publikasi.unmuhbarru.ac.id/2024/03/30/mengembangkan-soft-skill-pustakawan-dan-arsiparis-untuk-menghadapi-tantangan-era-milenial/.

Pemetaan Literatur dengan Bibliometrik: Memvisualisasikan Perkembangan Riset

Menjelajahi Samudra Riset: Pemetaan Literatur sebagai Kompas Menuju Penemuan

Di era digital yang penuh informasi, para peneliti bagaikan penjelajah yang mengarungi samudra riset yang luas. Di tengah lautan pengetahuan yang bergelombang, menemukan arah dan tujuan penelitian bisa menjadi sebuah tantangan. Di sinilah pemetaan literatur hadir sebagai kompas yang menuntun para penjelajah riset untuk menemukan harta karun pengetahuan. Maka, langkah pertama adalah dengan memetakan literatur yang sudah ada.

Pemetaan literatur adalah sebuah proses sistematis untuk menjelajahi dan memahami lanskap penelitian di suatu bidang tertentu. Ibarat memetakan sebuah pulau, pemetaan literatur membantu peneliti untuk mengetahui apa yang telah ditemukan oleh para peneliti sebelumnya. Hal ini penting untuk menghindari duplikasi penelitian dan membangun penelitian di atas fondasi yang kokoh. Dengan memahami penelitian-penelitian terdahulu, peneliti dapat melanjutkan temuan-temuan yang ada dan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan.

Selain itu, pemetaan literatur juga membantu peneliti untuk menemukan area penelitian yang belum banyak dipelajari, laksana menemukan pulau baru yang belum terjamah. Celah penelitian ini membuka peluang bagi peneliti untuk membuat kontribusi baru dan inovatif. Ibarat penjelajah yang menemukan benua Amerika, peneliti yang mampu mengidentifikasi celah penelitian berpotensi melahirkan terobosan penting di bidang mereka.

Tak hanya itu, pemetaan literatur juga berperan dalam membangun landasan teori yang kuat. Ibarat peta yang menunjukkan arah dan tujuan pelayaran, landasan teori ini menjadi panduan bagi peneliti dalam melaksanakan penelitian mereka. Dengan mengumpulkan pengetahuan dan teori yang relevan dengan topik penelitian, peneliti dapat mengembangkan kerangka kerja penelitian yang tepat dan mencapai tujuan penelitian secara efektif.

Pemetaan literatur dapat dilakukan dengan mengikuti beberapa langkah. Pertama, peneliti perlu menetapkan fokus penelitian mereka, bagaikan menentukan tujuan pelayaran. Topik penelitian harus spesifik dan jelas agar peneliti dapat mencari sumber literatur yang relevan. Sumber literatur ini dapat ditemukan di berbagai tempat, ibarat harta karun yang tersebar di seluruh lautan. Jurnal ilmiah, buku, artikel online, dan tesis adalah beberapa sumber yang dapat dimanfaatkan oleh peneliti.

Setelah mendapatkan sumber literatur, peneliti perlu membacanya dan menganalisisnya secara cermat. Proses ini laksana mempelajari peta dan kompas untuk memahami arah dan medan yang akan dihadapi. Dengan membaca dan menganalisis literatur, peneliti dapat memahami isi literatur dan mengidentifikasi informasi yang relevan dengan penelitian mereka.

Selanjutnya, peneliti perlu mensintesis literatur. Proses ini ibarat menggabungkan berbagai peta untuk membuat peta yang lebih lengkap. Dengan mensintesis literatur, peneliti dapat menggabungkan informasi dari berbagai sumber literatur untuk menghasilkan pemahaman yang komprehensif tentang topik penelitian. Sintesis literatur yang baik akan membantu peneliti dalam merumuskan pertanyaan penelitian yang tepat dan mengembangkan argumen yang kuat dalam penelitian mereka.

Langkah terakhir adalah menulis laporan pemetaan literatur. Laporan ini bagaikan jurnal pelayaran yang mendokumentasikan perjalanan penelitian. Laporan pemetaan literatur harus berisi informasi tentang topik penelitian, sumber literatur yang digunakan, hasil analisis literatur, dan sintesis literatur. Dengan membuat laporan yang baik, peneliti dapat menyimpan catatan perjalanan penelitian mereka dan membaginya dengan peneliti lain untuk kemajuan ilmu pengetahuan.

Pemetaan literatur bukanlah hanya langkah awal yang penting, tetapi juga fondasi penting untuk penelitian yang berhasil. Dengan memahami lanskap penelitian, menemukan celah penelitian, dan membangun landasan teori yang kuat, peneliti dapat meningkatkan peluang mereka untuk menemukan harta karun pengetahuan dan membuat kontribusi yang bermakna bagi dunia. Ibarat seorang penjelajah yang berhasil menemukan benua baru, peneliti yang mampu memanfaatkan pemetaan literatur secara efektif berpotensi melahirkan temuan-temuan yang mengubah peradaban manusia.

Menjelajahi Dunia Riset: Pemetaan Literatur dengan Bibliometrik

Di era digital yang penuh dengan informasi, laksana penjelajah yang tersesat di lautan luas tanpa peta, para peneliti pun dihadapkan pada tantangan untuk mengikuti perkembangan riset yang terus berkembang pesat. Jurnal ilmiah terbit setiap hari, bahkan setiap menit, menyajikan temuan-temuan terbaru dan inovasi mutakhir. Namun, limpahan informasi ini justru bisa membuat peneliti kewalahan. Di sinilah bibliometrik hadir sebagai kompas yang menuntun mereka dalam memetakan lautan pengetahuan.

Bibliometrik adalah ilmu yang menggunakan metode statistik dan matematika untuk menganalisis data publikasi ilmiah. Bayangkan bibliometrik sebagai teropong canggih yang mampu melihat pola dan tren penelitian, serta hubungan antar publikasi. Dengan bibliometrik, peneliti dapat dengan mudah melacak perkembangan topik penelitian, tren yang sedang populer, dan arah penelitian di masa depan. Ini 就好似 (hào shì) – seperti– menjelajahi perpustakaan raksasa berisi peta jalan menuju berbagai penemuan ilmiah.

Bibliometrik tak hanya berperan sebagai alat navigasi, tetapi juga jembatan penghubung antar peneliti. Dengan memetakan jaringan kolaborasi antar peneliti dan institusi, bibliometrik membuka peluang untuk menjalin kerjasama dan membangun komunitas riset yang kuat. Kolaborasi lintas disiplin ilmu kerap melahirkan terobosan-terobosan penting, dan bibliometrik dapat membantu para peneliti menemukan rekan yang tepat untuk mewujudkan mimpi penelitian mereka.

Lebih lanjut, bibliometrik juga berperan sebagai alat untuk penemuan. Ibarat seorang penyelam yang mencari mutiara di dasar laut, bibliometrik bisa membantu peneliti menemukan topik penelitian baru yang potensial. Bibliometrik dapat mengidentifikasi kesenjangan penelitian (area of research gap) yang belum banyak digarap, membuka peluang bagi peneliti untuk membuat kontribusi orisinal di bidang tersebut. Selain itu, bibliometrik memungkinkan para peneliti untuk mengukur kinerja penelitian mereka dan membandingkannya dengan peneliti lain. Dengan demikian, mereka dapat terus terpacu untuk berkembang dan berinovasi, menghasilkan penelitian yang berkualitas dan berdampak.

Pemetaan literatur dengan bibliometrik umumnya dilakukan melalui tiga langkah. Pertama, pengumpulan data publikasi ilmiah dari berbagai sumber, seperti database akademik (Scopus, Web of Science, Google Scholar) atau repositori institusi. Kedua, analisis data publikasi menggunakan berbagai metode statistik dan teknik analisis jaringan, seperti co-authorship (pola kerja sama antar peneliti) dan co-occurrence (kemunculan bersama istilah-istilah tertentu dalam publikasi ilmiah). Ketiga, mewujudkan hasil analisis data dalam bentuk peta, grafik, dan diagram yang mudah dipahami, laksana peta yang menunjukkan arah dan lokasi penelitian.

Untuk melakukan pemetaan literatur dengan bibliometrik, terdapat berbagai alat yang dapat digunakan. Beberapa di antaranya adalah software bibliometrik (VOSviewer, Pajek, Bibliometrix, CiteSpace), software statistik (R, Python), dan platform analisis data (VantagePoint, Sci2). Dengan bantuan alat-alat tersebut, peneliti dapat dengan mudah mengubah data publikasi yang rumit menjadi visualisasi yang informatif dan mudah dipahami.

Bibliometrik telah banyak diterapkan di berbagai bidang ilmu, seperti kedokteran untuk menganalisis tren penelitian dalam bidang kanker, diabetes, dan penyakit lainnya. Di bidang teknologi, bibliometrik digunakan untuk menganalisis perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, nanoteknologi, dan energi terbarukan. Sementara dalam bidang sosial dan humaniora, bibliometrik dimanfaatkan untuk menganalisis tren penelitian dalam bidang pendidikan, politik, dan ekonomi.

Sebagai penutup, bibliometrik adalah alat yang canggih dan powerful untuk memvisualisasikan perkembangan riset. Bagi para peneliti, bibliometrik adalah kompas yang menuntun mereka dalam menjelajahi lautan pengetahuan, membantu mereka untuk menemukan arah, membangun kolaborasi, dan menemukan mutiara penelitian baru. Dengan memanfaatkan bibliometrik secara efektif, peneliti dapat menjadi navigator handal di dunia riset, menghasilkan kontribusi yang berarti bagi kemajuan ilmu pengetahuan.

Bibliografi
Hood, W. W., & Wilson, C. S. (2001). The literature of bibliometrics, scientometrics, and informetrics. Scientometrics, 52, 291-314.
Hossain, N. U. I., Dayarathna, V. L., Nagahi, M., & Jaradat, R. (2020). Systems thinking: A review and bibliometric analysis. Systems, 8(3), 23.
Kear, R., & Colbert-Lewis, D. (2011). Citation searching and bibliometric measures: Resources for ranking and tracking. College & research libraries news, 72(8), 470-474.
Kirby, A. (2023). Exploratory bibliometrics: Using VOSviewer as a preliminary research tool. Publications, 11(1), 10.
Kokol, P., Blažun Vošner, H., & Završnik, J. (2021). Application of bibliometrics in medicine: a historical bibliometrics analysis. Health Information & Libraries Journal, 38(2), 125-138.
Paisley, W. (1989). Bibliometrics, scholarly communication, and communication research. Communication research, 16(5), 701-717.
Rojas-Sánchez, M. A., Palos-Sánchez, P. R., & Folgado-Fernández, J. A. (2023). Systematic literature review and bibliometric analysis on virtual reality and education. Education and Information Technologies, 28(1), 155-192.
Romanelli, J. P., Gonçalves, M. C. P., de Abreu Pestana, L. F., Soares, J. A. H., Boschi, R. S., & Andrade, D. F. (2021). Four challenges when conducting bibliometric reviews and how to deal with them. Environmental Science and Pollution Research, 1-11.
Rousseau, R., Egghe, L., & Guns, R. (2018). Becoming metric-wise: A bibliometric guide for researchers. Chandos Publishing.
Van Raan, A. (1999). Advanced bibliometric methods for the evaluation of universities. Scientometrics, 45(3), 417-423.

Cite this article as: Ismail Suardi Wekke, "Pemetaan Literatur dengan Bibliometrik: Memvisualisasikan Perkembangan Riset," in Publikasi Universitas Muhammadiyah Barru, March 30, 2024, https://publikasi.unmuhbarru.ac.id/2024/03/30/pemetaan-literatur-dengan-bibliometrik-memvisualisasikan-perkembangan-riset/.
Islam and Counterterrorism (Unmuh Barru)

Islam and Counterterrorism: Beyond Misconceptions and Towards Partnership

Unmuhbarru.ac.id, Barru – Islam, a religion followed by over 1.5 billion people globally, is too often portrayed in the media as inherently linked to terrorism. This dangerous misconception not only fosters Islamophobia but also hinders effective counterterrorism efforts. Examining the core tenets of Islam and the vast majority of Muslims’ peaceful stance against violence is crucial for fostering cooperation in the fight against terrorism.

Moving from Misconceptions to Islamic Principles

The Quran, the central text of Islam, emphasizes peace and justice. It instructs believers to fight only in self-defense: “And fight in the way of Allah those who fight you but do not transgress. Indeed, Allah does not like transgressors.” (Quran 2:190). Extremist groups, however, cherry-pick interpretations of scripture to justify violence, ignoring the Quran’s emphasis on peaceful solutions and the sanctity of human life. Understanding these nuances is critical to dismantling the narrative that equates Islam with terrorism.

Beyond Condemnation: Muslims on the Frontlines of Peacebuilding

The overwhelming majority of Muslims actively condemn terrorism. Muslim communities themselves are often the first targets of terrorist violence. Organizations like the Islamic Relief Worldwide and the Muslim Council of Britain not only condemn extremism but also work tirelessly to counter radicalization efforts and promote peacebuilding initiatives.

The Complexities of Radicalization

While Islam itself does not promote terrorism, some individuals become radicalized through a complex interplay of factors. Feelings of social alienation, political marginalization, and economic hardship can create fertile ground for extremist ideologies to take root. Extremist groups often exploit these grievances and manipulate religious texts to justify violence. Countering violent extremism requires addressing these root causes, not just the extremist narratives themselves.

Promoting Social Cohesion: Countering Radicalization from the Ground Up

Building bridges between communities and fostering interfaith dialogue are essential to combat Islamophobia and reduce the appeal of extremist ideologies. Educational initiatives that promote a nuanced understanding of Islam and its emphasis on peace, justice, and social responsibility can help dismantle negative stereotypes. Investing in social programs that address issues of poverty and social exclusion can help prevent individuals from feeling marginalized and susceptible to radicalization efforts.

Empowering Grassroots Initiatives: Equipping Muslim Communities

Muslim communities hold the key to identifying and addressing potential radicalization within their own spaces. Providing resources and support to religious leaders, educators, and social workers can equip them to counter extremist narratives and foster resilience against violence. Initiatives that empower women and youth within Muslim communities are particularly important, as these groups are often targeted by extremist recruiters.

Security Partnerships Rooted in Mutual Respect

Collaboration between governments, religious leaders, and security agencies is essential for effective counterterrorism efforts. Muslim communities can be valuable partners in identifying potential threats and providing insights into the factors that contribute to radicalization. Law enforcement agencies must be mindful of building trust with Muslim communities and avoid tactics that alienate or demonize entire populations. This collaborative approach, rooted in mutual respect and مشاركة (Mushtarika: cooperation), is the cornerstone of effective counterterrorism strategies.

In conclusion, Islam is a religion that overwhelmingly promotes peace and social justice. Combating terrorism requires a nuanced understanding of the root causes of radicalization and fostering cooperation between all stakeholders. By moving beyond misconceptions, promoting interfaith dialogue, and empowering Muslim communities, we can create a more secure and just future for all.

Cite this article as: Ismail Suardi Wekke, "Islam and Counterterrorism: Beyond Misconceptions and Towards Partnership," in Publikasi Universitas Muhammadiyah Barru, March 30, 2024, https://publikasi.unmuhbarru.ac.id/2024/03/30/islam-and-counterterrorism-beyond-misconceptions-and-towards-partnership/.